“Desa Banjar Kemantren”
Desa Banjar
Kemntren, desa yang berada di Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo. Desa Banjar
Kemantren termasuk desa yang mempunyai warga sedikitnya kurang lebih 10.000
orang dibandingkan desa-desa yang berada di Kecamatan Buduran. Warga desa
Banjar Kemantren sampai sekarang belum tahu siapa yang menemukan desa ini dan
menamainya dengan Banjar Kemantren. Karena, menurut mitos yang beredar sampai
sekarang itu masih simpang siur atau campur aduk atau gak jelas.
Di kisahkan, suatu
ketika ada tiga pemuda yang sedang membabati suket alias membersihkan alang-alang yang berada di
suatu kebun. Kebun itu sangatlah rusuh dengan pohon-pohon yang besar
yang mempunyai daun-daun yang sangat rindang dan rumput-rumput rimbun yang
tidak terawat. Salah satu dari pemuda itu kesandung sebuah batu yang berada dibalik rerumputan.
Batu itu tidak besar dan tidak kecil sedengan orang Jawa mengatakan.
Setelah batu tersebut dibersihkan oleh pemuda itu dari rerumputan sampai
bersih, pemuda itu langsung kaget karena di batu tersebut terdapat tulisan arab
yang bertuliskan “Syaiyid Ahmad bin Abdurrahman Bassyaiban”.
Pemuda yang
lain ikut kaget dan berfikiran itu sebuah makam. Tanpa menunggu lama-lama
pemuda itu langsung mengambil cangkul setelah itu menggali tanah yang
berdekatan dengan keberadaan batu tersebut. Setelah sampai kira-kira 1 meter,
didalam tanah tersebut tercium bau wangi yang sangat menyengat di hidung para
pemuda terebut. Semakin penasaran, pemuda tersebut menggali sampai satu
setengah meter. Pemuda tersebut kaget dan langsung naik ke atas tanah karena
ditemukannya jasad yang masih utuh lengkap dengan rambut yang ikal dan Kedua pemuda yang lain juga ikut lari.
Kemudian pemuda itu menutup kembali tanah yang digalinya tadi. Setelah tertumpuk
para pemuda tersebut pulang, dan menceritakan ke warga sekitar.
Pagi hari,
ketiga pemuda tersebut kembali lagi ke kebun yang kemaren mereka datangi.
Ketiga pemuda itu mengajak para warga sekitar. setelah sampai didepan batu dan
tumpukan tanah kemaren, warga membongkarnya lagi agar temuan pemuda itu tidak
salah. Dan hasilnya memang benar kalau di kebun tersebut terdapat makam yang
tidak mereka ketahui sebelumnya. Setelah itu, warga sekitar dan pemuda
membersihkan kebun tersebut. Tidak diketahui sebelumnya, terdapat satu makam
lagi yang belum tau didalamnya itu jasad atau bukan. Tetapi, para warga dan
pemuda itu menganggap itu sebuah makam. Tanpa di bongkar lagi makam tersebut,
warga mengira itu makam istri makam yang disampingnya itu.
Setelah itu,
warga dan pemuda itu pulang dan mengumumkan kepada seluruh warga sekitar kalau
ada makam yang berada di kebun. Suatu hari lagi, pemuda tersebut ziarah ke
makam yang ditemukannya. Salah satu dari pemuda itu melihat ada penampakan yang
sangat alim, dengan sosok berbaju putih lengkap dengan sirban dan peci diatas
kepala, dan mempunyai janggut putih. Pemuda itu sangat kaget dan sosok itu mengasih isarat kepada pemuda yang
melihatnya itu. Salah satu yang lain dari pemuda itu mempergoki temannya
melihat sosok yang sangat alim itu, belum selesai pembicaraan dengan pemuda
itu, sosok itu hilang dan tidak menampakkan lagi. Pemuda yang mempergoki
temannya itu bertanya dengan temannya apa yang sedang dibicarakan, tetapi
pemuda tersebut tidak memberi tahunya. Sesudah mengaji, ketiga pemuda itu
langsung pulang.
Sesampainya dirumah, pemuda itu bercerita kepada warga sekitar kalau
didatangi sosok yang alim dari makam tersebut. Tetapi, pemuda
itu tidak menceritakan apa yang sudah dibicarakan sama beliau. Satu minggunya
lagi, pemuda itu berziarah sendiri tanpa ditemani oleh kedua temannya. Pemuda
itu didatangi kembali, oleh sosok beliau dan mengatakan kalau desa ini dulunya
ada namanya tapi tidak disebutkan apa nama dulu desa ini. Setelah itu, beliau
menyampaikan kalau beliau berkeinginan desa ini dinamakan Banjar Kemantren.
Tetapi, beliau tidak memberitahu apa arti dari nama tersebut. Kemudian beliau
hilang dan tidak menampakkan dirinya lagi setelah beberapa hari pemuda itu
sering ke makam tersebut.
Setelah itu,
pemuda tersebut menceritakan apa yang diucapkan ileh beliau dan apa yang sudah
diamanahkan. Kemudian para warga sekitar, bersepakat kalau desa ini diberi nama
Banjar Kemantren. Setelah diberi nama tersebut, para warga mempercayai makam
tersebut yang menemukan desa ini dan memberi nama walaupun sampaii sekarang
tidak tahu artinya. Kemudian makam tersebut dibenahi dengan didirikan musholla
disamping makam dan makamnya diberi gubuk agar peziarah tidak kepanasan apabila
ingin mendo’akan beliau tersebut. Sampai sekarang makam beliau sering didatangi
oleh para kyai-kyai besar Jawa Timur yang mengenal beliau dari berbagai
informasi walaupun masyakat lain selain warga desa Banjar Kemantren tidak tahu
ada makam seorang habaib yang berada didesa Banjar Kemantren. Bahwasanya beliau
adalah ulama’, habaib, tokoh besar umat islam dari Pasuruan yang mempunyai
sifat tekun belajar dalam islam, bijaksana, dermawan, dan sebagainya.
Sekarang makam
beliau dirawat oleh para pemuda-pemudi Banjar Kemantren. Tetapi batu nisan
beliau diganti dengan yang baru yang lebih bagus, yang lama yang pada saat
ditemuka oleh pemuda itu di taruh disamping musholla yang berada didekat makam,
dan anehnya tulisan arab yang bertuliskan nama beliau sampai sekarang masih
ada, walaupun sudah beberapa puluh tahun yang lalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar