Minggu, 29 September 2013

Asal-usul kampungku

“Desa Banjar Kemantren”

            Desa Banjar Kemntren, desa yang berada di Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo. Desa Banjar Kemantren termasuk desa yang mempunyai warga sedikitnya kurang lebih 10.000 orang dibandingkan desa-desa yang berada di Kecamatan Buduran. Warga desa Banjar Kemantren sampai sekarang belum tahu siapa yang menemukan desa ini dan menamainya dengan Banjar Kemantren. Karena, menurut mitos yang beredar sampai sekarang itu masih simpang siur atau campur aduk atau gak jelas.
Di kisahkan, suatu ketika ada tiga pemuda yang sedang membabati suket  alias membersihkan alang-alang yang berada di suatu kebun. Kebun itu sangatlah rusuh dengan pohon-pohon yang besar yang mempunyai daun-daun yang sangat rindang dan rumput-rumput rimbun yang tidak terawat. Salah satu dari pemuda itu kesandung  sebuah batu yang berada dibalik rerumputan. Batu itu tidak besar dan tidak kecil sedengan orang Jawa mengatakan. Setelah batu tersebut dibersihkan oleh pemuda itu dari rerumputan sampai bersih, pemuda itu langsung kaget karena di batu tersebut terdapat tulisan arab yang bertuliskan “Syaiyid Ahmad bin Abdurrahman Bassyaiban”.
Pemuda yang lain ikut kaget dan berfikiran itu sebuah makam. Tanpa menunggu lama-lama pemuda itu langsung mengambil cangkul setelah itu menggali tanah yang berdekatan dengan keberadaan batu tersebut. Setelah sampai kira-kira 1 meter, didalam tanah tersebut tercium bau wangi yang sangat menyengat di hidung para pemuda terebut. Semakin penasaran, pemuda tersebut menggali sampai satu setengah meter. Pemuda tersebut kaget dan langsung naik ke atas tanah karena ditemukannya jasad yang masih utuh lengkap dengan rambut yang ikal dan  Kedua pemuda yang lain juga ikut lari. Kemudian pemuda itu menutup kembali tanah yang digalinya tadi. Setelah tertumpuk para pemuda tersebut pulang, dan menceritakan ke warga sekitar.
Pagi hari, ketiga pemuda tersebut kembali lagi ke kebun yang kemaren mereka datangi. Ketiga pemuda itu mengajak para warga sekitar. setelah sampai didepan batu dan tumpukan tanah kemaren, warga membongkarnya lagi agar temuan pemuda itu tidak salah. Dan hasilnya memang benar kalau di kebun tersebut terdapat makam yang tidak mereka ketahui sebelumnya. Setelah itu, warga sekitar dan pemuda membersihkan kebun tersebut. Tidak diketahui sebelumnya, terdapat satu makam lagi yang belum tau didalamnya itu jasad atau bukan. Tetapi, para warga dan pemuda itu menganggap itu sebuah makam. Tanpa di bongkar lagi makam tersebut, warga mengira itu makam istri makam yang disampingnya itu.
Setelah itu, warga dan pemuda itu pulang dan mengumumkan kepada seluruh warga sekitar kalau ada makam yang berada di kebun. Suatu hari lagi, pemuda tersebut ziarah ke makam yang ditemukannya. Salah satu dari pemuda itu melihat ada penampakan yang sangat alim, dengan sosok berbaju putih lengkap dengan sirban dan peci diatas kepala, dan mempunyai janggut putih. Pemuda itu sangat kaget dan sosok itu mengasih isarat kepada pemuda yang melihatnya itu. Salah satu yang lain dari pemuda itu mempergoki temannya melihat sosok yang sangat alim itu, belum selesai pembicaraan dengan pemuda itu, sosok itu hilang dan tidak menampakkan lagi. Pemuda yang mempergoki temannya itu bertanya dengan temannya apa yang sedang dibicarakan, tetapi pemuda tersebut tidak memberi tahunya. Sesudah mengaji, ketiga pemuda itu langsung pulang.
 Sesampainya dirumah, pemuda itu bercerita kepada warga sekitar kalau didatangi sosok yang alim dari makam tersebut. Tetapi, pemuda itu tidak menceritakan apa yang sudah dibicarakan sama beliau. Satu minggunya lagi, pemuda itu berziarah sendiri tanpa ditemani oleh kedua temannya. Pemuda itu didatangi kembali, oleh sosok beliau dan mengatakan kalau desa ini dulunya ada namanya tapi tidak disebutkan apa nama dulu desa ini. Setelah itu, beliau menyampaikan kalau beliau berkeinginan desa ini dinamakan Banjar Kemantren. Tetapi, beliau tidak memberitahu apa arti dari nama tersebut. Kemudian beliau hilang dan tidak menampakkan dirinya lagi setelah beberapa hari pemuda itu sering ke makam tersebut.
Setelah itu, pemuda tersebut menceritakan apa yang diucapkan ileh beliau dan apa yang sudah diamanahkan. Kemudian para warga sekitar, bersepakat kalau desa ini diberi nama Banjar Kemantren. Setelah diberi nama tersebut, para warga mempercayai makam tersebut yang menemukan desa ini dan memberi nama walaupun sampaii sekarang tidak tahu artinya. Kemudian makam tersebut dibenahi dengan didirikan musholla disamping makam dan makamnya diberi gubuk agar peziarah tidak kepanasan apabila ingin mendo’akan beliau tersebut. Sampai sekarang makam beliau sering didatangi oleh para kyai-kyai besar Jawa Timur yang mengenal beliau dari berbagai informasi walaupun masyakat lain selain warga desa Banjar Kemantren tidak tahu ada makam seorang habaib yang berada didesa Banjar Kemantren. Bahwasanya beliau adalah ulama’, habaib, tokoh besar umat islam dari Pasuruan yang mempunyai sifat tekun belajar dalam islam, bijaksana, dermawan, dan sebagainya.

Sekarang makam beliau dirawat oleh para pemuda-pemudi Banjar Kemantren. Tetapi batu nisan beliau diganti dengan yang baru yang lebih bagus, yang lama yang pada saat ditemuka oleh pemuda itu di taruh disamping musholla yang berada didekat makam, dan anehnya tulisan arab yang bertuliskan nama beliau sampai sekarang masih ada, walaupun sudah beberapa puluh tahun yang lalu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar